Desain Arsitektur Nusantara

Rumah Tradisional Sumatra dan Nias Dipamerkan di Jerman


Desain & Arsitektur Rumah Tradisional dari pulau Sumatra dan pulau Nias Dipamerkan di Museum VITRA Design Jerman 


Wah kita patut bangga bangsa kita sudah mempunyai ilmu desain dan arsitektur rumah sejak jaman dahulu kala, yang di tandai dengan banyaknya ragam, rupa dan bentuk rumah adat atau rumah tradisional yang berbeda-beda yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara.
Kali ini bangsa ini diwakili oleh desain arsitektur dari rumah tradisional pulau Sumatra dan Nias yang di pamerkan di museum desain ternama di Jerman "The VITRA design museum".

Pameran yang pertajuk "Learning from the vernacular" diselenggarakan selama 10 hari, mulai tanggal 19 September 2013 dan akan berakhir pada 29 September 2013 nanti, Pameran ini didedikasikan untuk mengapresiasi teknik arsitektur tradisional dalam senuah konstruksi bangunan.


Teknik arsitektur tradisional akan tetap abadi karena mempunyai teknik konstruksi ramah lingkungan, dan ditilik dari segi sosial dan nilai ekonomis yang dicerminkan dari kekayaan alam suatu wilayah untuk dijadikan material utama dari kontruksi dan bangunan rumah tersebut dan tidak menutup kemungkinan dapat di implementasikan kesemua jenis kontruksi dan bangunan lainnya dan bahkan pada kontruksi bangunan modern sekalipun.

Dalam pameran ini, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) menghadirkan ratusan model konstruksi bangunan rumah tradisional dari seluruh dunia seperti rumah tradisional dari Afrika Selatan, Mesir, China, Malaysia, dan Kamerun dll.
Tidak hanya model miniatur, tersedia juga seluruh detail informasi dari masing-masing rumah mulai tipe arsitektur, material, metode konstruksi, dan bentuknya. Semua informasi ini dibuat dalam film, foto, dan sketsa rancangan.

Miniatur rumah-rumah tradisional tersebut berukuran skala 1:20, dan dibikin dengan material sebenarnya sesuai yang asli seperti dari kayu, lumpur, atau batu. Masing-masing material yang digunakan melambangkan lingkungan, iklim, dan bahan material lokal yang tersedia di wilayah masing-masing.

Selain arsitektur tradisional, pameran ini juga menampilkan proyek kontemporer dari seluruh dunia yang menggunakan material lokal atau kaidah arsitektur tradisional setempat. Sebut saja proyek residensial di Rural Studio di Alabama karya Universitas Auburn, kerjasama antara pengrajin dan arsitek dari Studio Mumbai di India, serta karya arsitek Carin Smuts di Afrika Selatan dan struktur bambu karya arsitek asal Kolombia, Simón Vélez.

Koleksi yang mengikuti pameran kali ini berjumlah 700 model arsitektural, dan akan ada acara workshop dari Arsitek dan akademisi ternama dari Austria, Anna Heinger. Heinger adalah seorang pioneer dalam membangun konstruksi yang berkelanjutan. Dia akan bicara mengenai proyek yang akan dia tangani di China, Maroko, dan Bangladesh. Heinger akan mengembangkan pendekatan unik dalam bidang desain arsitektural yang melibatkan komunitas dan material lokal.

Photo by VITRA design museum